Keputusan yang Bisa Menghancurkan Bisnis

Salah satu alasan Anda masih menjalankan bisnis adalah kemampuan Anda untuk membuat keputusan yang baik. Memang, Anda sesekali mungkin membuat beberapa kesalahan yang menggagalkan kemajuan bisnis Anda. Namun nyatanya Anda berhasil bangkit dari keterpurukan dan kambali berbisnis. Sayangnya dalam bisnis tidak ada yang bisa menjamin bahwa di lain kesempatan Anda akan bisa seberuntung itu. Jika Anda ingin menjaga bisnis Anda tetap berjalan dan jauh dari kerugian fatal yang nantinya berujung collapse dari bisnis atau usaha Anda, hindari membuat keputusan – keputusan berikut ini.

Skimping (terlalu berhemat) pada Pemasaran

Jika Anda tidak mempunyai jumlah pelanggan sesuai target awal, Anda pastinya tidak bisa mendapatkan keuntungan yang Anda butuhkan untuk tetap bertahan. Karena pemasaran adalah salah satu hal terpenting yang dapat Anda lakukan untuk menarik pembeli, melakukan hal yang terkesan setengah – setengah pada proses ini dapat membahayakan bisnis Anda dan menipiskan peluang Anda untuk mendapatkan pelanggan.

Tumbuh Terlalu Cepat

Berkembang sebelum Anda dapat memperoleh keterampilan, modal yang cukup, dan dukungan manajerial yang mumpuni dapat membuat Anda kewalahan dan sangat mungkin  menyebabkan bisnis Anda mengalami kerugian. Pada akhirnya, perusahaan Anda akan collapse karena mengalami ketidakseimbangan.

Mengabaikan Umpan Balik Pelanggan

Saat Anda mengabaikan umpan balik atau feedback dari pelanggan, Anda akan kehilangan peluang berharga untuk mempelajari apa yang diinginkan pelanggan. Pada saat yang sama, Anda akan mengalami keterlambatan dalam mengetahui cara meningkatkan produk untuk memenuhi kebutuhan pembeli.

Menekankan Kuantitas Atas Kualitas

Walaupun produktivitas jelas merupakan sesuatu yang harus diperjuangkan oleh perusahaan Anda, hal tersebut nyatanya tidak boleh mengorbankan kualitas. Jika bisnis Anda mendapat reputasi yang buruk karena menjual produk yang buruk, pelanggan akan beralih ke perusahaan yang mereka rasa lebih peduli dengan apa yang mereka berikan.

Mengabaikan Stres

Kesibukan sehari-hari menjalankan sebuah perusahaan dapat menempatkan Anda di bawah banyak tekanan. Stres tanpa henti dapat menyebabkan Anda membuat penilaian yang buruk hal tersebut juga akan menyebabkan penyakit jantung, tekanan darah tinggi, stroke dan penyakit lainnya yang tentunya akan mengakhiri hari-hari Anda sebagai seorang pengusaha. Untuk menghindari hal tersebut terjadi, lakukan sesuatu yang menyenangkan untuk mengalihkan pikiran Anda dari kesibukan bisnis sehari-hari.

Mentolelir Rasa Malas

Kemalasan adalah salah satu kebiasaan terburuk yang bisa Anda miliki. Ini memengaruhi motivasi dan kemauan Anda untuk memenuhi tenggat waktu. Akibatnya, produktivitas akan berkurang dan Anda tidak akan dapat memenuhi permintaan klien. Jika Anda terlalu malas untuk bekerja, bisnis Anda mungkin tidak akan hidup untuk satu tahun lagi.

Merasa Tahu Segalanya

Tidak peduli seberapa paham bisnis Anda, Anda tidak akan pernah tahu segala hal. Memiliki sikap tahu segalanya akan membuat Anda enggan meningkatan keterampilan Anda dan mencari informasi ketika Anda perlu. Menolak untuk berubah seiring waktu dan memperluas keahlian dan pengetahuan Anda tentang dunia bisnis yang terus berubah akan berdampak sangat buruk terhadap organisasi  Anda.

Menolak Untuk Berinvestasi Kembali

Agar bisnis Anda dapat seimbang, Anda harus menginvestasikan kembali laba yang anda dapet ke dalamnya. Jika berinvestasi kembali bukan prioritas utama Anda, Anda akan menghambat kemampuan organisasi Anda untuk berjalan secara efisien dan mengamankan sumber daya yang diperlukan untuk kelangsungan hidup usaha Anda.

Ketika Anda memiliki bisnis, membuat keputusan yang tepat adalah hal yang esensial . Tentu saja, tidak peduli seberapa pintar atau seberapa lama Anda berbisnis, akan sangat tidak realistis untuk berpikir bahwa setiap pilihan yang Anda buat akan menjadi pilihan yang baik. Terlebih, jika Anda tidak berhati-hati, keputusan tertentu akan sangat mungkin membunuh bisnis Anda untuk selamanya.

Source: Forbes.com

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *