Terdapat Berbagai Jenis Jaminan, Cari Tahu Definisinya Yuk!

@uniq_biz

Jaminan adalah sejumlah harta yang kita miliki untuk diberikan kepada kreditur agar mendapatkan fasilitas-fasilitas yang telah disetujui bersama. Jaminan sendiri dalam pelaksanaannya terdapat hukum yang mengatur tentang kegiatan pemberian jaminan itu sendiri, hal ini disebut dengan hukum jaminan.

Hukum jaminan sendiri adalah ketentuan hukum antara pemberi jaminan dengan penerima jaminan.

Menurut J. Satrio, hukum jaminan adalah hukum yang mengatur tentang jaminan-jaminan piutang seorang kreditur terhadap seorang debitur. Secara lebih jelas hukum jaminan sendiri adalah sekumpulan kaidah hukum yang mengatur hubungan pemberi jaminan dan penerima jaminan yang berkaitan dengan pembebanan jaminan untuk mendapatkan fasilitas kredit.

Jaminan sendiri terdapat berbagai unsur yang menyebabkan kegiatan ini dapat terjadi, diantaranya yaitu adanya kaidah hukum atau aturan yang mengatur hubungan antara pemberi jaminan dan penerima jaminan. Kedua ada pelaku, dalam hal ini tentu saja memberi dan menerima jaminan. Ketiga yaitu jaminan itu sendiri, dan yang terakhir adanya fasilitas kredit yang diberikan.

Dalam jaminan sendiri terdapat berbagai pembagian, yaitu sebagai berikut :

  • Menurut cara terjadinya

Terdapat dua jenis jaminan Jika dilihat dari cara terjadinya yaitu jaminan umum dan jaminan khusus. Jaminan umum sendiri terjadi karena ditentukan oleh undang-undang sedangkan jaminan khusus terjadi karena perjanjian antara bank dengan pemilik barang.

  • Menurut sifatnya

Jaminan menurut sifatnya terbagi menjadi dua yaitu jaminan perorangan dan jaminan kebendaan. Jaminan yang bersifat perorangan adalah jaminan berupa kesanggupan yang diberikan pihak ketiga guna menjamin pemenuhan kewajiban kreditur kepada debitur. Sedangkan jaminan bersifat kebendaan adalah harta kekayaan pihak kreditur untuk menjamin pemenuhan kewajiban debitur. Di Indonesia sendiri jenis jaminan kebendaan ada 4 yaitu gadai, hipotek, hak tanggungan dan fidusia.

  • Menurut objeknya

Jaminan menurut obyeknya meliputi benda bergerak dan benda tidak bergerak. Jaminan benda bergerak melalui gadai dan fidusia. Sedangkan jaminan benda tidak bergerak melalui hak tanggungan. Penyerahan dua jenis jaminan ini pun berbeda. Benda bergerak diserahkan secara nyata atau langsung, sedangkan benda tidak bergerak melalui mekanisme balik nama.

Source : https://www.kompasiana.com/sariw/5ac6503fcaf7db631b24c772/hukum-jaminan?page=all

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *